

Dengan rasa kemanusiaan yang mendalam, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengajak seluruh alumni, civitas akademika, serta masyarakat umum untuk bersatu dalam gerakan solidaritas mengirim “makanan dan air bersih” bagi saudara-saudara kita di Gaza Strip yang tengah menghadapi bencana kemanusiaan luar biasa.
Situasi di Gaza saat ini sungguh menggugah hati. Sekitar 2,1 juta penduduknya menghadapi kekurangan makanan yang berkepanjangan — hampir setengah juta orang dalam kondisi kelaparan ekstrem. Lebih dari 90 % populasi berada dalam situasi “keamanan pangan akut” — artinya hampir setiap hari risiko kelaparan dan malnutrisi menghantui mereka. Angkaangka ini bukan sekadar statistik; ini adalah jeritan nyata—anak-anak yang menanti makanan, keluarga yang menahan lapar hingga tubuh menipis, dan ibu yang hanya bisa memandang anaknya tanpa cukup nutrisi.
Begitu pula dengan krisis air. Infrastruktur air dan sanitasi di Gaza mengalami kerusakan parah—hanya sekitar 40 % fasilitas produksi air minum yang masih berfungsi akibat konflik. Sedangkan menurut data lainnya, hampir 9 dari 10 orang di Gaza tidak memiliki akses ke air minum aman. Rata-rata mereka hanya mendapatkan 3 liter air per hari, jauh di bawah standar kemanusiaan minimal yang direkomendasikan yakni sekitar 15 liter per orang per hari. Bayangkan: untuk minum, memasak, mencuci — semua bergantung pada volume yang hampir tak ada.
Maka dari itu, IKA Unpad mengajak Anda semua: mari hadir bersama melalui kepedulian nyata — kirimkan bantuan makanan bergizi dan air bersih sebagai bentuk kehadiran kita di tengah mereka yang terjepit. Setiap paket yang dikirim adalah harapan. Setiap liter air yang tiba adalah penegasan bahwa tak ada yang terkucil dalam kemanusiaan kita. Di tengah terlilitnya perang dan blokade, inilah saatnya untuk membuka pintu solidaritas — walau jauh jarak, kita bisa mengulurkan tangan.
Kami percaya, bahwa sebagai civitas akademika dan alumni, nilai–nilai kebersamaan, empati, dan keadilan sosial adalah bagian dari warisan kita bersama di Unpad. Mari kita hidupkan warisan itu dengan aksi nyata — bukan hanya mengirim donasi, tetapi mengirim pesan bahwa “kamu tidak sendiri”. Di tengah jeritan lapar dan haus di Gaza, bantuan kecil dari kita bisa menyelamatkan nyawa, bisa memberi napas baru kepada mereka yang bertahan.
Kami menantikan partisipasi Anda—baik dalam bentuk sumbangan makanan tahan lama yang mudah disalurkan maupun air bersih dalam kemasan — sebagai bukti konkret bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan bahwa komunitas Unpad hadir ketika saudara-saudaranya membutuhkan. Bersama kita bisa membuat perbedaan.